Friday, November 23, 2012

Penjadualan Higest Response Ration Next


Highest Response Ratio Next (HRRN)
Highest response ration next merupakan algoritma yang pemilihan proses didasarkan pada rasio response tertinggi
Rasio response diperoleh dari pertandingan antara jumlah waktu tunggu ditambah perkiraan service time dengan perkiraan service time, data waktu eksekusi diperoleh dari developer atau berdasarkan rekaman sebelumnya, proses kecil akan cenderung menghasilkan rasio response besar.

Kekurangan dari response ratio next
  • Terjadi overhead akibat scheduler harus mengetahui/memperkirakan service time proses proses yang akan dieksekusi

Kelebihan dari response ratio next
  • Dapat mencegah starvation
  • Setiap proses akan mendapatkan layanan yang seimbang
  • Response time cepat


Penjadualan Algoritma Shortest Remaining Time


Shortest remaining time merupakan algortima yang eksekusi proses diatur berdasarkan perkiraan sisa waktu terkecil
Proses yang baru masuk dapat langsung dieksekusi bila total waktu eksekusinya lebih kecil daripada sisa waktu proses yang sedang running dan merupakan model preemtivenya SPN.

Kekurangan dari shortest remaining time
  • terjadi overhead akibat scheduler harus menghitung/memperkirakan sisa waktu eksekusi setiap proses untuk menentukan sisa waktu yang terkecil
  • dapat terjadi starvation pada proses yang panjang
  • proses yang panjang dikalahkan oleh proses yang kecil
Kelebihan dari shortest remaining time
  • Kualitas layanan rata rata yang diterima proses lebih baik
  • Throughput tinggi
  • Response time cepat




Penjadualan Algoritma Shortest Process Next


Shortest process next merupakan algoritma yang eksekusi proses diatur berdasarkan perkiraan ukuran proses terkecil
Kekurangan dari shortest process next
  •  scheduler harus mengetahui/memperkirakan ukuran setiap proses yang akan dieksekusi
  •  proses besar dapat mengalami starvation
  • overhead bisa tinggi

Kelebihan dari shortest process next
  •  dapat mencegah kerugian yang dialami proses kecil seperti pada FCFS
  •  throughput tinggi
  •  proses kecil mempunyai response time kecil

Penjadualan Algoritma Round Robin


Round Robin (RR)
round robin merupakan algoritma yang eksekusi proses diatur berdasarkan alokasi waktu tertentu (slot waktu ) yang di atur dengan clock interrupt, clock interrupt mengatur waktu secara periodik. Bila terjadi clock interrupt maka proses yang seddang running dimasukkan ke dalam antrian ready dan proses di antrian ready paling depan di eksekusi

kekurangan dari round robin
  • performansi lebih buruk dibanding FCFS jika ukuran slot lebih besar daripada ukuran proses terbesar
  • dapat terjadi overhead berlebihan jika ukuran setiap slot terlalu kecil
  • proses I/O bound mendapatkan waktu layanan lebih sedikit
Solusi dari kekurangan round robin
round robin dimodifikasi menjadi virtual round robin(VRR)  dengan menambahkan sebuah antrian yang disebut memory antrian auxiliary

Kelebihan dari round robin
  • dapat menghindari ketidak adilan layanan terhadap proses kecil seperti yang terjadi pada FCFS
  • respone time lebih cepat untuk proses berukuran kecil
  • dapat mencegah starvation
  • overhead kecil, jika ukuran proses rata rata lebih kecil dibanding ukuran quantum/slot

Thursday, November 22, 2012

Routing Algoritma


Routing Algoritma
Apa sih routing algoritma itu ? suatu router akan melakukan routing dan forwarding suatu data dengan tetangga router 1 , 2 , dan 3 . Kemudian router tersebut akan melakukan routing terhadap router 2, bagaimana caranya ? Routing algoritma akan membuat sebuah table local forwarding yang akan menentukan router manakah yang akan dijadikan output dari router tujuan, seperti gambar di bawah ini 


Routing algoritma memiliki 2 classification berdasarkan algoritma, algoritma tersebut adalah link state dengan distance vector algoritma, dan apakah perbedaan antara algoritma link state dengan distance vector ? untuk link state router harus memahami atau mengetahui semua informasi berkaitan topologi jaringan yang dilakukan secara broadcast antara router satu terhadap router lainnya

Pada link state memiliki dijkstra algoritma yang menentukan suatu jalur mana yang memiliki bobot terkecil dan setiap nodenya harus terpenuhi
Pada distance vector memiliki bellman-ford algoritma yang menentuhkan jalur manakah yang memiliki bobot terkecil dan setiap nodenya tidak harus terpenuhi,
Dan apa perbedaan antara dijkstra dengan bellman-ford ? ya , seperti apa yang saya sebutkan di atas bahwa dijkstra menentukan jalur mana yg memiliki bobot terkecil dengan semua node harus terpenuhi tetapi bellman-ford tidak harus terpenuhi

contoh :

menggunakan algoritma dijkstra akan didapat
dengan algoritma bellman-ford


Sumber : kurose chapter4_5th_2009 slide