Showing posts with label Informatika. Show all posts
Showing posts with label Informatika. Show all posts

Friday, June 20, 2014

Pengertian HTML5 dan Perbedaan HTML5 dengan HTML 4

Pengertian HTML5 adalah,

Secara umum, kita bisa kelompokkan perubahan yang dibawa HTML5 ke dalam 5 kategori:
  • Struktur halaman,
  • presentasi visual,
  • tools grafis,
  • support rich media, dan
  • peningkatan support javascript.
Kanvas dapat terdiri dari wilayah yang didefinisikan dalam kode HTML seperti “ height width”. Kode JavaScript dapat mengakses daerah melalui set lengkap menggambar fungsi yang sama dengan umum lainnya 2D API, sehingga memungkinkan untuk grafis yang dihasilkan secara dinamis. Secara garis besar kanvas digunakan untuk rendering grafis bitmap dinamis

Perbedaan HTML 5 dengan HTML 4

Presentasi visual ditingkatkan dengan CSS3. CSS3 membawa perubahan pada pengelolaan font, animasi dan mobile untuk urusan grafis, HTML5 memungkinkan kita membuat gambar langsung dalam format SVG maupun CANVAS. HTML4 hanya gambar berbasis pixel seperti JPEG dan GIFF.Support untuk rich media ditunjukkan HTML5 dengan munculnya tag video dan audio yg bisa mensupport beragam format. tanpa perlu Flash terakhir peningkatan support javascript. Ada beberapa fitur menarik yg muncul pada HTML5 seperti localstorage dan geolocation.

Pengertian MEDLINE(Medical Literature Analysis and Retrieval System Online )

 Dalam bidang medical atau medis, dimana cara dokter dapat menggunakan data data dari pasien yang sudah ada sehingga memiliki history untuk tindak lanjut terhadap pasien yang akan ditanganinya. Mencakup biologi, biokimia, kedokteran, keperawatan, farmasi, dsb. Fungsi MEDLINE merupakan sumber penting bagi peneliti dan jurnalis biomedis di seluruh dunia.

MEDLINE menggunakan MeSH ( Medical subject Headings ) untuk pencarian informasinya ( information retrieval ), menggunakan Boolean expression digabungkan dengan MeSH dimana dapat menemukan artikel yang mirip dengan yang diberikan didasarkan pada system matematika yang memperhitungkan kesamaan isi kata abstrak dan judul artikel.

System yang digunakan tidaklah friendly user, dimana pengguna yang tidak terbiasa menggunakan akan frustasi dengan jumlah artikel yang dikembalikan oleh mesin pencarian yang tidak semuanya digunakan dan tidak dijamin lengkap, dalam masa pencarian tersebut membutuhkan waktu yang lama dan hanya menerima istilah-istilah yang ada dalam MeSH dan apabila melakukan klik pada related articles menyebabkan memperluas pencarian dan menambah jumlah data yang dikembalikan tidak mengurangi yang diinginkan.

MEDLINE menggunakan system survey, dimana survey tersebut tidak boleh diclose dan dibiarkan terbuka selagi kita melakukan searching dan melakukan klik terhadap data yang kita cari, lalu dalam web browser yang baru tersebut akan mencatat dan melakukan ranking apa saja yang kita cari dan kita klik. Lalu kita memberikan penilaian dimana survey tersebut berkaitantentang web, role sebagai pencari, keyword, dsb ( Customer Satisfaction Survey )

Pengertian Distributed Information Retrieval Systems

Jumlah kumpulan dokumen semakin meningkat atau membesar sehingga dengan adanya Sistem Information Retrieval Terdistribusi dapat mengatasi masalah tersebut dengan cara mendistribusikan dokumen-dokumen yang ada ke semua komputer yang ada.
Jenis khusus dari Sistem Information Retrieval Terdistribusi adalah Sistem IR Peer-to-Peer(P2P), yaitu jika informasi dapat diulang pada beberapa komputer maka tidak ada control akses

Masalah-masalah utama rekayasa informasi:
a. Mendefinisikan protokal pencarian untuk permintaan transmisi dan hasil
b. Merancang server yang dapat menerima permintaan secara efisien, memulai subproses

Masalah-masalah algoritma:
a.   Bagaimana mendistribusikan dokumen-dokumen di server pencarian yang terdistribusi
b.   Bagaiman untuk menentukan server mana yang seharusnya menerima permintaan
c.   Bagaimana menggambungkan hasil dari server yang berbeda

Distributed  Information Retrieval System menggunakan tools yang namanya Gnutella dan Napster dimana kedua tools ini memiliki sifat P2P atau Peer to Peer yaitu jika informasi dapat diulang pada beberapa komputer maka tidak ada control akses terpusat.

Pengertian Multimedia Information Retrieval Systems

Sistem Information Retrieval Multimedia ini berhubungan dengan gambar, video, audio, musik dan objek multimedia lainnya.
Dalam Sistem Information Retrieval Multimedia query-query dapat dinyatakan dalam teks atau gambar maupun melodi sehingga memudahkan untuk mencari informasi. Struktur objek multimedia lebih kompleks dari pada struktur data tekstual yang membutuhkan integrasi sistem manejemen database multimedia untuk mengelola dan menyimpan objek
Tingkat kesamaan/proses matching perlu diperluas untuk menentukan peringkat pada dokumen-dokumen multimedia yang diambil kembali
 

Bahasa query untuk sistem ini lebih kompleks tergantung pada jenis query, pencarian hanya dilakukan oleh konten(gambar,musik), deskripsi teks atau kombinasi keduanya antara konten

Multimedia Information Retrieval System menggunakan tools yang disebut MIR dimana tools menyediakan sebuah field untuk memasukkan query yang tekstual. Sintak query boleh menggunakan operator Boolean. Hasil query ditampilkan di panel hasil. Hasil query tersebut teks, gambar maupun video yang sesuai dengan query yang dimasukkan.

Pengertian Digital Libraries

Digital Libraries adalah salah satu lembaga pertama yang menggunakan sistem IR , untuk membuat katalog catatan untuk bahan dari perpustakaan . Katalog dapat pencarian oleh pengguna di perpustakaan atau melalui Web ( akses online katalog publik ) . Katalog ini menggunakan teknologi database, catatan disusun sesuai dengan standar seperti MARC ( judul, judul subjek beberapa , dan nomor klasifikasi ) . Perpustakaan modern sedang berubah menjadi perpustakaan digital sebagai akibat dari pertumbuhan penerbitan elektronik , yang membuat informasi yang tersedia dalam bentuk digital . Melalui Web, antarmuka tunggal menyediakan akses ke sumber daya lokal , serta akses remote ke database dalam ilmu , humaniora , dan bisnis , termasuk jurnal teks lengkap , surat kabar , dan direktori .

Pada Digital Libraries karena siapa pun dapat mengakses dan mengubah informasi yang tersimpan, membuat informasi kurang dapat diandalkan. Sebagian besar subtopik yang singkat, juga, dan tidak membantu jika Anda mencari informasi mendalam.

Pengertian Collaborative Filtering dan Content Based Filtering pada Recommender System

Recommender System atau yang disebut Sistem Rekomendasi merupakan bagian dari sistem filterisasi informasi yang memberikan prediksi untuk nilai rating atau rekomendasi yang nantinya user akan diberikan suatu item (seperti buku, film, dan barang) atau elemen sosial (teman, group) yang belum user ketahui , menggunakan model yang memberikan suatu karakteristik pada item atau lingkungan dari user itu sendiri ,

Tipikal dari sistem rekomendasi menghasilkan list list rekomendasi dalam dua cara , yaitu menggunakan Collaborative atau Content Based Filtering . Collaborative Filtering menggunakan pendekatan model dari tingkah laku user sebelumnya seperti kunjungan user pada suatu alamat tayangan atau memberikan rating terhadap beberapa item pilihan user dan juga yang dilakukan oleh user lain yang nantinya item tersebut akan dijadikan acuan untuk memberikan prediksi terhadap user lain atau user yang berkaitan. Content Based Filtering melakukan pedekatan melalui pendekatan diskrit sesuai dengan item yang memiliki kedekatan dalam tipikal item, pendekatan ini melakukan pengambilan data dari suatu item yang memiliki karakterisitik yang berdekatan.

Saya menyukai kedua tipikal ini karena merupakan salah satu teknologi yang kini sangat banyak digunakan oleh aplikasi aplikasi terkenal pada masa ini. Salah satunya youtube merupakan salah satu aplikasi raksasa yang menyediakan video streaming . Youtube memberikan suatu sistem rekomendasi sesuai dengan karakteristik user dalam menayangkan video yang sering di kunjungi

Contoh Ekspor, Impor, Licensing, Franching, dan Joint venture

Contoh Ekspor, Impor, Licensing, Franching, dan Joint venture

EKSPOR :
  1. PT. Wilmar Nabati Indonesia (pengekspor minyak sawit mentah/Crude Palm Oil). Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2011, sektor pengolahan kelapa/kelapa sawit memegang peranan sebesar 18,97 % dari total nilai ekspor di Indonesia, atau senilai 23.179.189.217 dolar US. PT. Wilmar Nabati Indonesia, menurut MP Tumanggor (Komisaris PT. Wilmar Nabati Indonesia), memiliki nilai ekspor sebesar 7,9 miliar dolar US, atau 34 persen dari seluruh total nilai ekspor kelapa/kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2011.
  2. PT. Adaro Indonesia (pengekspor tambang batu bara). Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2010, sektor pertambangan memegang peranan sebesar 16,93 % dari total nilai ekspor di Indonesia, atau senilai 26.712.581.107 dolar US. PT. Adaro Indonesia memiliki nilai ekspor sebesar 1.749.363.540 dolar US, atau 6,54 persen dari seluruh total nilai ekspor sektor pertambangan di Indonesia pada tahun 2010.
  3. PT. Musim Mas (pengekspor minyak sawit mentah/Crude Palm Oil). Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2010, sektor pengolahan kelapa/kelapa sawit memegang peranan senilai 17.253.751.946 dolar US.PT. Musim Mas memiliki nilai ekspor sebesar 1.614.739.578 dolar US, atau 9,3 persen dari seluruh total nilai ekspor kelapa/kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2011.

IMPOR :
  1. PT. Fishindo Kusuma Sejahtera, Tbk. (pengimpor kedelai). Pada tahun 2011, PT. Fishindo Kusuma Sejahtera, Tbk membukukan nilai impor kedelai yang sangat tinggi yaitu 296 juta dolar US atau sekitar Rp. 2.7 triliun.
  2. PT. Astra Honda Motor (pengimpor kendaraan bermotor). Saat ini, banyak sekali kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, dengan merek dagang Honda. Sepanjang semester awal 2013, PT. AHM sudah mengimpor motor utuh/CBU (Completely Build-Up) sebanyak 9.576 unit atau setara dengan 32,04 % dari keseluruhan volume impor.
Licensing :

  1. PT Sido Muncul adalah pabrik jamu tradisional dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir. Berdiri pada tahun 1940 di Yogyakarta, dan dikelola oleh Ny. Rahkmat Sulistio, Sido Muncul yang semula berupa industri rumahan ini secara perlahan berkembang menjadi perusahaan besar dan terkenal seperti sekarang ini. Salah satu produknya adalah tolak angin
  2. Starbucks pertama dibuka di Seattle, Washington, pada tanggal 30 Maret 1971 oleh tiga rekanan: guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegl, dan penulis Gordon Bowker. Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha panggangan kopi Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya. Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu Moby-Dick, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping. Perusahaan ini akhirnya diberi nama sesuai namamualim satu kapal Pequod, Starbuck.
Franchising :
  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ialah suatu perusahaan yang bergerak pada bisnis waralaba swalayan yang menjual barang-barang keperluan sehari-hari. Dengan trandmark Alfa. yang kini sahamnya dimiliki oleh PT. Sigmantara Alfindo. Untuk menembus pasar di perkampungan, Alfa meluncurkan Alfamart yang mempunyai saingan utama Alfa Supermarket (dibeli oleh Carrefour dan berubah menjadi Carrefour Express), Alfamidi, Alfa express, Indomaret dan Omi.
  2. Indomaret adalah jaringan peritel waralaba di Indonesia. Merek dagang Indomaret dipegang oleh PT. Indomarco Prismatama.Indomaret merupakan jaringan Minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan luas penjualan kurang dari 200 M2. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, cikal bakal pembukaan Indomaret di Kalimantan dan toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara, pada tahun 1988.Tahun 1997 perusahaan mengembangkan bisnis gerai waralaba pertama di Indonesia, setelah Indomaret teruji dengan lebih dari 230 gerai. Pada Mei 2003 Indomaret meraih penghargaan “Perusahaan Waralaba 2003″ dari Presiden Megawati Soekarnoputri.Hingga Mei 2010 Indomaret mencapai 4261 gerai. Dari total itu 2.444 gerai adalah milik sendiri dan sisanya 1.817 gerai waralaba milik masyarakat, yang tersebar di kota-kota di Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogjakarta, Bali, Lampung dan Medan. Di DKI Jakarta terdapat sekitar 488 gerai.
  3. Ayam Bakar Wong Solo. Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo sekarang telah ada 50 menu. Jumlah gerai RM Ayam Bakar Wongsolo sudah lebih dari 100 outlet yang tersebar diantaranya di Medan, Banda Aceh, Padang, Solo, Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Semarang, Jakarta, Malang, Yogyakarta dan mulai merambah Sulawesi. Usaha yang berawal dari Ayam Bakar Wong Solo kaki lima di Jalan SMA 2 Padang Golf Polonia Medan ini juga berhasil membuka 5 outlet di Malaysia.

JOINT Venture:
  1. PT Kalbe Farma Tbk membentuk perusahaan joint venture dengan PT Milko Beverage Industry untuk memproduksi makanan dan minuman kesehatan, menurut direksi perseroan. Perusahaan joint venture itu diberi nama PT Kalbe Milko Indonesia.
  2. PT HONG YI INDONESIA Perusahaan ini mengadopsi modus venture ekuitas patungan untuk manufaktur. Dengan keunggulan diri yang unik ini Perusahaan ini mampu menjamin hubungan kerjasama erat dengan produsen dan stabilitas jaminan untuk pasokan bahan, yang dapat membawa keuntungan satu sama lain. PT HONG YI INDONESIA yang berdomisili di batam centre ini telah dikembangkan dan dimiliki tim layanan profesional dan efisien serta kelompok usaha yang mapan. Perusahaan ini sebagai pemasok bahan-bahan bangunaan serta bahan-bahan perabotan lainnya.
  3. PT.  TPCO Pan Asia, Indonesia , merupakan Perusahaan Joint venture antara Airtrust Singapore ptd.ltd dan Tianjin pipe (group) Corporation, china yang berlokasi di kabil, batam. perusahaan ini bergerak di produksi manufakturing pipa  dan Oil gas. Perusahaan ini didirikan  pada tahun 2009 dan Beroperasi pada tahun 2010.Perusahaan ini memproduksi pipa dengan kapasitas 60.000 ton per tahunnya. PT. TPCO Pan Asia ini masih beroperasi di kabil hingga saat ini.

Supply Chain pada PT Kalbe Farma

Suppy Chain pada PT Kalbe Farma ,Tbk

PT Kalbe Farma, Tbk bergantung pada aplikasi Oracle's Supply Chain Management untuk memperoleh

    Permintaan dan manajemen promosi perdagangan yang terukur

    Kemampuan untuk mengintegrasikan manajemen permintaan kompleks dengan produk baru

    Penyesuaian tujuan dan proses melalui fungsi multiple dengan mitra dagang

Penerapan customer relationship management dalam PT Kalbe Farma, Tbk melakukan penjualan dan meningkatkan hubungan denran relasi yang paling dasar , salah satu contoh melakukan identifikasi dokter mana yang proaktif dengan tenaga pemasarannya, kemudian mengkalkulasi pendapatan potensial yang diperoleh dari hubungan dengan para dokter tersebut, dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan para dokter yang merekomendasikan obatnya kepada pasien.

Kemudian PT Kalbe Farma, Tbk mampu meningkatkan usaha pemasaran dengan memanfaatkan database yang ada, termasuk produk atau jasa yang pernah dibeli oleh pelanggan sebelumnnya dan iformasi mengenai segmentasi pasar

Raw Material

Memastikan ketersediaan produk di seluruh bangsa, Kalbe telah dibangun Divisi Distribusi, dan Logistik, dijalankan oleh anak perusahaannya PT Enseval Putera Megatrading Tbk, yang bertanggung jawab untuk memberikan Kalbe, dan produk pihak ketiga pokok lebih dari satu juta outlet di Indonesia. Selain itu, Kalbe juga mengembangkan portofolio usahanya untuk memasukkan perdagangan bahan baku, peralatan medis serta layanan kesehatan ritel. Distribusi Kalbe, dan jaringan logistik untuk produk farmasi adalah yang paling luas di Indonesia. Didukung oleh dua Pusat Distribusi Daerah (RDC) di Jakarta dan Surabaya, serta 65 cabang di 47 kota, Kalbe mencapai lebih dari satu juta outlet di seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung, bekerjasama dengan lokal sub-distributor. Beberapa pelaku utama pihak ketiga termasuk PT Abbott Indonesia, PT Mead Indonesia Johnson, PT L'Oreal Indonesia, PT Kara Santan PERTAMA dan PT Beiersdorf Indonesia.

PT Kalbe Farma menjadi perusahaan sebagai distributor , dimana sebuah perusahaan dapat bekerja sama untuk menjadikan PT Kalbe Farma sebagai distributor kebutuhan perusahaan tersebut

Pengertian Adaptive Educational Hypermedia

Adaptive educational hypermedia (AEH) membangun model siswa berupa tujuan, preferensi dan pengetahuan dari individu siswa dan menggunakan model ini untuk menyesuaikan konten halaman dan hubungan antara sistem dengan kebutuhan siswa. Karena tujuan, preferensi dan kebutuhan siswa dapat berubah, AEH mengamati perubahan ini dalam rangka untuk memperbarui model siswa. AEH dapat dikembangkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan siswa. Ruang lingkup AEH berupa edukasi dimana nantinya sistem harus dapat beradaptasi dengan kebutuhan edukasi dari siswa, agar pembelajaran dapat teratur dan terarah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswa. Untuk mendukung kebutuhan siswa yang memiliki kebutuhan dan kompetensi yang berbeda diperlukan pemahaman dan penentuan model yang tepat, serta penentuan metode untuk menghitung nilai bobot topik dari setiap pembelajaran yang ada.

Pengertian Taksonomi Bloom




Pada tahun 1956, Bloom, Englehart, Furst, Hill, dan Krathwohl berhasil mengenalkan kerangka konsep kemampuan berpikir yang dinamakan Taxonomy Bloom. Jadi, Taksonomi Bloom adalah struktur hierarkhi yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang  tinggi. Tentunya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dulu. Dalam kerangka konsep ini, tujuan pendidikan ini oleh Bloom dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Taksonomi Bloom merupakan aturan pengklasifikasian dimana terdapat ranah kognitif berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, dan keterampilan berpikir. Ranah afektif mencakup perilaku terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai, minat, motivasi, dan sikap. Ranah kognitif mengurutkan keahlian berpikir sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir menggambarkan tahap berpikir yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu mengaplikasikan teori kedalam perbuatan. Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu:

  1.     Remembering (Mengingat).
  2.     Understanding (Memahami).
  3.     Applying (Menerapkan).
  4.     Analysing (Menguraikan).
  5.     Evaluating (Menilai).
  6.     Creating (Menciptakan).

Tiga level pertama (terbawah) merupakan Lower Order Thinking Skills, sedangkan tiga level berikutnya Higher Order Thinking Skill. Namun demikian pembuatan level ini bukan berarti bahwa lower level tidak penting. Justru lower order thinking skill ini harus dilalui dulu untuk naik ke tingkat berikutnya. Skema ini hanya menunjukkan bahwa semakin tinggi semakin sulit kemampuan berpikirnya

Arti Kata pada Tes TOEFL

Strategi umum yang ada pada tes toefl pada bagian arti kata kata , antara lain :
  1. Pada bagian kosakata di sesi reading anda akan diberi pertanyaan tentang kosakata, yaitu arti kata kata
  2. anda akan mendapatkan frasa atau kata khusus, dan diminta untuk memilih dari keempat pilihan jawaban yang mempunyai arti terdekat dengannya
  3. jawaban yang benar mungkin merupakan sinonim atau seperti sinonim, kata dalam bacaan atau dalam konteks bacaan.

Strateginya adalah lihat frasa atau kata dalam bacaan dan baca seluruhnya untuk mendapatkan konteks alimatnya. JANGAN hanya melihat semua kata yang anda tahu, cari kesimpulan kalimat di mana terdapat kata yang ditanyakan tersebut dan hal ini akan membantu anda menentukan artinya. Konteks kalimat sangat membantu untuk menentukan maksud kalimat. Kemudian, lihat pilihan jawaban dan lihat kata atau frasa yang paling dekat artinya

Contoh :

line 8 : The deep water is rich in nutriens, and these regions have high bilogical productivity and provide excellent fishing.
pertanyaan : the words "rich in" in line 8 are closes in meaning to which of the following ?
A. an abudance of
B. wealthy in.
C. vivid in.
D. containing precious

Jawaban : A , karena semua kata pada pilihan jawaban berkemungkinan menjadi sinonim kata rich, tetapi dalam konteks bacaan tersebut dan yang sesuai dengan kata depan in, adalah an abudance of, mempunyai arti berlebihan

Cara menghitung Skor TOEFL

Skor tes yang diberikan meliputi skor dari tiap sesi dan skor total. Skor untuk tiap sesi dihitung berdasarkan jumlah jawaban yang betul untuk setiap sesi tersebut. Walaupun demikian, skor untuk setiap sesi tersebut mempunyai arti sebagai prestasi peserta ujian, bukan persentase atau banyaknya pertanyaan yang dijawab dengan benar. Jawaban yang salah tidak mendapatkan hukuman apapun, seperti halnya pada UMPTN, yaitu minus satu untuk jawaban yang salah. Jumlah total jawaban yang benar disebut skor rata-rata.

Skor untuk setiap sesi maupun skor total diperhitungkan dengan skala statistik. Skor untuk setiap sesi TOEFL umumnya memiliki jangkauan skala 31-68, skor total memiliki jangkauan 310-677. Sedangkan untuk skor pre-TOEFL diperhitungkan dengan jangkauan skala 20-50 untuk tiap sesinya dan 200-500 untuk skor totalnya karena Pre-TOEFL biasanya lebih singkat dan sedikit lebih mudah daripada TOEFL.

Proses penghitungan skor setiap sesi menjadi skor total menggunakan rumus seperti contoh berikut :

Skor sesi satu : 51
Skor sesu dua : 47
Skor sesi tiga : 53
Skor total : 503

Perhitungan skor TOEFL ini tidak tepat sekali karena adanya perbedaan administrasi setiap institusi penyelenggara TOEFL, tetapi hal ini tidak mempengaruhi penilaian kecapakan ujian. Untuk itu ada pengukuran kesalahan standar yang merupakan indeks untuk menggambarkan tingkat ketelitian pengukuran.
Sebagai contoh, ketelitian untuk skor TOEFL yang diberikan oleh ETS adalah 14. Artinya jika peserta ujian mendapatkan skor 560 berarti kemungkinan skor yang sebenarnnya berada dalam jangkauan antara 546-574.
Pada umumnya total skor 600 atau lebih merupakan skor yang sangat baik dan total skor di bawah 400 sangat kurang

Tabel di bawah ini menyediakan informasi tentang kandidat yang mengambil tes TOEFL internasional


  • Misalkan skor TOEFL anda 500, skor sesi 1 (listening) 46, skor sesi 2 (Structure and written) 54, dan skor sesi 3 (Reading) 50 .( berdasarkan tabel diatas yg diberi warna)
  • Pertama lihat kolom paling kiri berjudul SKOR TOTAL, cari skor 500, angka 30 pada kolom rangking presentase yang berada di sampingnya mempunyai arti jumlah persentase yang anda capai. Artinya skor anda lebih baik dari 30% peserta ujian yang mengambil TOEFL pada waktu yang sama

Tuesday, April 23, 2013

Sistem Terdistribusi


3 model utama yang menjadi acuan dalam mendesain Sistem Terdistribusi 

Physical models are the most explicit way in which to describe a system; they capture the hardware composition of a system in terms of the computers (and other devices, such as mobile phones) and their interconnecting networks.

Architectural models describe a system in terms of the computational and communication tasks performed by its computational elements; the computational elements being individual computers or aggregates of them supported by appropriate network interconnections.

Fundamental models take an abstract perspective in order to examine individual aspects of a distributed system. Fundamental models examine three important aspects of distributed systems: interaction models; failure models; security models.

tiga generasi perkembangan dari Model Fisik Sistem Terdistribusi 

Early distributed systems: In the late 1970s - 1980s in response to the emergence of local area networking technology, usually Ethernet. These systems typically consisted of between 10 and 100 nodes interconnected by a local area network, with limited Internet connectivity and supported a small range of services such as shared local printers and file servers as well as email and file transfer across the Internet.

Internet-scale distributed systems: Building on this foundation, larger-scale distributed systems started to emerge in the 1990s in response to the dramatic growth of the Internet. They incorporate large numbers of nodes and provide distributed system services for global organizations and across organizational boundaries (Enterprise Level). The level of heterogeneity in such systems is significant in terms of networks, computer architecture, operating systems, languages employed and the
development teams involved. This has led to an increasing emphasis on open standards
and associated middleware technologies

Contemporary distributed systems: In the above systems, nodes were typically desktop computers and therefore relatively static (that is, remaining in one physical location for extended periods), discrete (not embedded within other physical entities) and autonomous (to a large extent independent of other computers in terms of their physical infrastructure). The tiniest embedded devices utilized in ubiquitous computing through to complex computational elements found in Grid 

Model Arsitektur pada Sistem Terdistribusi adalah The architecture of a system is its structure in terms of separately specified components and their interrelationships


Perbedaan antara network dan internetwork

Network, identik dengan jaringan Local Area Network (LAN). LAN merupakan hubungan komunikasi data antara berbagai device maupun perangkat komputer dalam suatu jaringan lokal. Disebut jaringan lokal, karena hubungan tersebut berada dalam satu Subnet yang sama. Bukan antar Subnet. Dalam hubungan semacam ini tidak diperlukan mekanisme Routing Protocol yang terdefinisi. Perangkat jaringan yang digunakan umumnya merupakan perangkat jaringan lokal, yang bekerja pada layer 1 dan layer 2 dari protokol jaringan. Contohnya dalam hal ini adalah Hub, Switch, Bridge maupun Repeater.

Internetwork, identik dengan jaringan Wide Area Network (WAN). WAN merupakan hubungan komunikasi data antara berbagai device maupun perangkat komputer antar Subnet. Dalam hubungan ini diperlukan mekanisme Routing Protocol yang terdefinisi. Perangkat jaringan yang digunakan umumnya merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada layer 3 dari protokol jaringan. Contohnya dalam hal ini adalah Router.

Perbedaan antara Personal Area Network (PAN), Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan Metropolitan Area Network (MAN)

Personal Area Networks (PANs), are a subcategory of local networks in which the various digital devices carried by a user are connected by a low-cost, low-energy network. Wireless personal area networks (WPANs) are of increasing importance due to the number of personal devices such as mobile phones, tablets, digital cameras, music players and so on that are now carried by many people. Usually technology used is Bluetooth WPAN

Local area networks (LANs) carry messages at relatively high speeds between computers connected transmission media, such as twisted copper wire, coaxial cable or optical fibre including wireless channel. No routing of messages is required within a segment. Larger local networks, such as those that serve a campus or an office building, are composed of many segments interconnected by switches or hubs. The total system bandwidth is high and latency is low, except when message traffic is very high. Ethernet emerged as the dominant technology for wired local area networks, with a bandwidth of 10 Mbps (million bits per second) and extended to 100 Mbps, 1000 Mbps (1 gigabit per second) and 10 Gbps. Ethernet technology lacks the latency and bandwidth guarantees needed by many multimedia applications. ATM networks were developed to fill this gap, but their cost has inhibited their adoption in local area applications. Instead, high-speed Ethernets have been deployed in a switched mode that overcomes these drawbacks to a significant degree, though not as effectively as ATM.

Wide Area Networks (WANs) carry at lower speeds between nodes that are often in different organizations and may be separated by large distances. The communication medium is a set of communication circuits linking a set of dedicated computers called routers. They manage the communication network and route messages or packets. Total latency for the transmission of a message depends on the route that it follows and the traffic loads in the various network segments. In current networks these latencies can be as high as 0.1 to 0.5 seconds. Speeds of 1–10 Mbps are more typically experienced for bulk transfers of data.

Metropolitan Area Networks (MANs), is based on the highbandwidth copper and fibre optic cabling recently installed in some towns and cities for the transmission of video, voice and other data over distances of up to 50 kilometres. A variety of technologies have been used to implement the routing of data in MANs, ranging from Ethernet to ATM.


Layer-layer yang terdapat pada model OSI beserta fungsinya

Application

Designed to interface to a service.

Presentation

Handles encryption & changes to syntax

Session

Reliability and adaptation measures, such as detection of failures and automatic recovery.

Transport

Provide reliable or best-effort delivery of messages.


Data link
Responsible for transmission of packets between nodes that are directly connected by a physical link.

Physical

It transmits sequences of binary data by analogue signalling


The term protocol is used to refer to a well-known set of rules and formats to be used (for communication between processes).

Contoh: Penggunaan bahasa yang dapat dimengerti bersama.

Perbedaan Header dengan Protocol Data Unit (PDU)


PDU (Protocol Data Unit) merupakan unit data yang berada pada layer protokol tertentu (layer ke-N). Di dalamnya sudah termasuk Protocol Header (PCI) dan SDU (Service Data Unit). Sedangkan Protocol Header atau bisa dikatakan dengan sebutan Header saja, merupakan informasi tambahan yang diperlukan saat dilakukan enkapsulasi terhadap PDU layer ke-N ke layer bawahnya (N-1) agar diperoleh kontruksi PDU yang baru (PDU ke N-1).

Enkapsulasi adalah proses kontruksi PDU ke N-1 dari PDU ke N dengan cara menambahkan header pada PDU ke N

Deenkapsulasi adalah proses pemecahan kontruksi PDU ke N dari PDU ke N-1 dengan cara memisahkan SDU dengan header-nya

Circuit switching

Suatu mekanisme switching (penyambungan) di mana jaringan diduduki terus-menerus selama service diperoleh melalui mekanisme set up (dialing). Susunan jaringan yang terbentuk saat penyambungan terbentuk adalah tetap.

Packet switching

Disebut juga mekanisme store-and-forward. Di mana message diubah dalam bentuk paket-paket, dan dikirim melalui jaringan. Susunan jaringan yang terbentuk dapat berubah-ubah sesuai kondisi di mana paket di-deliver. Dan switching (penyambungan) tidak perlu secara terus-menerus diduduki manakala service diperoleh. Service untuk mengirimkan paket, diperoleh tanpa perlu melakukan mekanisme set up terlebih dahulu.

There are two approaches to the delivery of packets by the network layer:

Datagram Packet Delivery

The essential feature of datagram networks is that the delivery of each packet is a ‘one-shot’ process; no setup is required, and once the packet is delivered the network retains no information about it. Packets transmitted by a single host to a single destination may follow different routes. Every datagram packet contains the full network address of the source and destination hosts. Datagram delivery is the concept on which packet networks were originally based, and it can be found in most of the computer networks in use today.

Virtual Circuit Packet Delivery

A virtual circuit must be set up before packets can pass from a source host A to destination host B. The establishment of a virtual circuit involves the identification of a route from the source to the destination, possibly passing through several intermediate nodes. Once a virtual circuit has been set up, it can be used to transmit any number of packets. Each network-layer packet contains only a virtual circuit number in place of the source and destination addresses. The addresses are not needed, because packets are routed at intermediate nodes by reference to the virtual circuit number. When a packet reaches its destination the source can be determined from the virtual circuit number.


Apakah fungsi pengalamatan layer 4 yang berupa port ? Mengapa pengalamatan layer 3 yang berupa IP  dianggap tidak mencukupi ?

Ports

IP supports communication between pairs of computers must provide process-to-process communication. This is accomplished by the use of ports. (proses yang membutuhkan layanan (service) yang spesifik).

IP hanya digunakan sebagai pengalamatan saat pengiriman paket. Belum sampai pada inter-process communication dari message-nya sendiri yang membutuhkan layanan (service) yang bersifat spesifik.

z
  MTU yang besar membuat paket yang dapat ditampung dalam pengiriman semakin banyak. Namun MTU yang melebihi batas maksimum MTU yang seharusnya, dapat menimbulkan problem manakala terjadi kasus di mana terjadi error pada pengiriman bit. Proses retransmit bit akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama daripada yang seharusnya
Media
MTU (bytes)
Internet IPv4 Path MTU
At least 68[4]
Internet IPv6 Path MTU
At least 1280[7]
1500[9]
Ethernet with LLC and SNAP, PPPoE
1492[10]
Ethernet Jumbo Frames
1500-9000
7981[11]
4464
4352[5]










Monday, April 1, 2013

Remove Delta-search instantly


i Have some  manual for u to delete/remove delta search from ur browser easily. here's the step :
  1. first go to ur control panel -> program -> uninstall program and feature -> find the delta search and remove it
  2. after finish remove delta-search in ur control panel. Go to ur browser, find setting ( in IE internet option on the tools that will appear in tools when u click the left ot the top from the IE ) .
  3. Find the search engine , with default or ur pick ( google )


finish !

Sunday, March 31, 2013

Manajemen Proyek Teknologi Informasi


Manajamen Proyek
Proyek adalah usaha terkoordinasi, menggunakan kombinasi manusia, teknik, administrasi dan keuangan, dalam rangka mencapai tujuan yang spesifik dalam jangka waktu tertentu.
Manajemen Proyek adalah penerapan pengetahuan, keterampilan, alat-alat dan teknik untuk merancang aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek
Kendala dalam proyek
http://www.tecintel.com/images/tripleconstraint.gif
Manajer Proyek bertanggung jawab untuk mencapai tujuan proyek, melalui :
1.       Identifikasi kebutuhan proyek
2.       Membangun atau mendefinisikan tujuan proyek dengan jelas (dan dapat dicapai)
3.       Menyeimbangkan permintaan kualitas yang diinginkan   dengan batasan proyek, waktu dan biaya

Stakeholders adalah orang-orang yang terlibat atau dipengaruhi oleh aktivitas proyek.
9 Knowledge Area
Knowledge Area adalah kompetensi utama yang harus  dikembangkan  oleh manajer proyek, terdapat 9 knowledge area  , antara lain :
1.       Project integration management kompetensi untuk mengintegrasikan berbagai elemen dari manajemen proyek.
2.       Project scope management kompetensi untuk mendefinisikan dan mengelola semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dengan baik
3.       Project time management kompetensi untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan guna menyelesaikan proyek, membuat jadwal proyek yang wajar dan menjamin ketepatan waktu dalam menyelesaikan proyek
4.       Project cost management kompetensi untuk persiapan dan pengelolaan budget proyek
5.       Project quality management kompetensi untuk menjamin bahwa proyek yang dilakukan akan memuaskan dan memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati sebelumnya.
6.       Project human resources management kompetensi yang berkaitan dengan efektivitas menggunakan sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek.
7.       Project communication management; kompetensi untuk membuat, mengumpulkan, menyebarkan dan menyimpan informasi proyek
8.       Project risk management; kompetensi untuk menidentifikasi, menganalisis dan merespon resiko-resiko yang berkaitan dengan proyek yang dikerjakan.
9.       Project procurement management; kompetensi untuk memperoleh barang-barang dan servis untuk mendukung pelaksanaan proyek baik dari dalam maupun dari luar organisasi

Peran Manajer Proyek adalah sebagai mediator antara proyek dan stakeholders dan Bertanggung jawab akan kesuksesan proyek sejak perencanaan, pelaksanaan proyek hingga penutupan/penyelesaian proyek
Relasi Proyek dan Sistem
·         System philosophy digunakan oleh top manajemen untuk memahami bagaimana keterkaitan proyek dgn organisasi secara menyeluruh.
·         System analysis digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dengan memanfaatkan pendekatan problem solving.
·         System management digunakan untuk mengidentifikasi bisnis utama, teknologi dan isu organisasi yang berkaitan dengan setiap proyek dalam rangka mengidentifikasi , memuaskan stakeholders dan melakukan yang terbaik bagi organisasi secara menyeluruh.

Struktur organisasi
  Struktur organisasi fungsional
                Berbentuk hirarki, manager dari setiap fungsional memiliki staf dengan keahlian khusus seperti bagian rekayasa, manufaktur, IT, SDM,dsb, dan manajer tsb harus memberikan laporan pada CEO
http://www.tensteppb.com/PMBOKgraphics/CH02/FIG2-07-%5bConverted%5d.jpg
  Struktur organisasi proyek
                Berbentuk hirarki, namun yang memberikan laporan pada CEO adalah manajer program, bukan manajer fungsional
http://rds.yahoo.com/_ylt=A0S020uDvptJ_m8BLFujzbkF/SIG=13eqgo3d3/EXP=1235030019/**http%3A/www.projectmanagementcertification.org/managernotes/organizational_structure-13.gif
  Struktur organisasi matriks
                Merepresentasi gabungan antara struktur organisasi proyek dan struktur organisasi fungsional.  Setiap orang harus memberikan laporan pada manajer fungsional dan satu/lebih manajer proyek.  Setiap manajer proyek memiliki staf dengan beraneka keahlian fungsional.
http://rds.yahoo.com/_ylt=A0S0204tv5tJ3sQAVbqjzbkF/SIG=12gitmfca/EXP=1235030189/**http%3A/www.visitask.com/EBimg/sample-matrix-organization.jpg

Budaya organisasi adalah asumsi, nilai dan tingkah laku bersama yang menjadi karakteristik fungsi organisasi. Karakteristik budaya organisasi yang menguntungkan proyek adalah organisasi yang memiliki kriteria tinggi terhadap rasa kepemilikan, kerja sama, kontrol, reward, punya fokus yang mantap dan mengakomodasi perubahan,
Project life cycle adalah himpunan fase-fase proyek, yang menghubungkan awal proyek dengan akhir proyek
Project life cycle mendefinisikan pekerjaan yang harus dilakukan dalam tiap fase, mendefinisikan produk yang harus dihasilkan dalam tiap fase, kapan, siapa yang terlibat dan bagaimana pihak manajemen organisasi akan mengendalikan dan menyetujui hasil pekerjaan dalam tiap fase
Grup Proses Manajemen Proyek terdiri atas :
1.       Inisiasi Proyek
2.       Perencanaan Proyek
3.       Eksekusi Proyek
4.       Kontrol Proyek
5.       Penutupan/Akhir Proyek

Manajemen Integrasi Proyek adalah tiang penyangga yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh knowledge area dalam Manajemen Proyek dan melibatkan koordinasi seluruh knowledge area dalam project life cycle
Proses utama dalam manajemen integrasi proyek
1.       Membangun Project Charter
Project Charter adalah dokumen formal yang menyatakan keberadaan sebuah proyek dan memberikan arahan akan tujuan dan manajemen proyek.

2.       Membangun Preliminary Scope Statement
Preliminary Scope Statement adalah scope statement awal yang dibangun selama inisiasi proyek agar seluruh tim proyek dapat segera memulai diskusi pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan proyek sesuai dengan ruang lingkup proyek
3.       Membangun Project Management Plan
Project management plan adalah dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua dokumen perencanaan proyek
4.       Mengarahkan dan mengelola ekseskusi proyek
Eksekusi Proyek adalah tahap melaksanakan pekerjaan yang telah digambarkan dalam project plan
5.       Monitoring & Kontroling proyek
Output penting dari proses ini adalah rekomendasi tindakan korektif atau preventif.  Korektif dalam rangka meningkatkan kinerja proyek, preventif dalam rangka mereduksi probabilitas konsekuensi negatif yang berkaitan dgn resiko proyek
6.       Melakukan dan mengendalikan perubahan proyek secara terintegrasi
Memperhitungkan faktor-faktor yang mengakibatkan perubahan dalam rangka menjamin bahwa perubahan akan membawa keuntungan (cross cek scope, time, cost & quality)
7.       Menutup Proyek
Mengakhiri semua aktivitas dan menyampaikan hasil kerja proyek (tuntas/tidak) pada orang yang tepat
                - prosedur administratif penutupan
                - prosedur penutupan kontrak
                - produk akhir
                - organizational process asset updates


Sistem control perubahan adalah proses yang terdokumentasi yang menggambarkan kapan dan bagaimana dokumen-dokumen proyek dan pekerjaannya dapat diubah
Ruang Lingkup Proyek adalah acuan semua pekerjaan yang termasuk harus dikerjakan dalam rangka menghasilkan produk proyek, beserta proses-proses yang dilakukan untuk membuat produk yang dimaksud.
Ruang Lingkup/ Batasan Proyek mendefinisikan apa yang akan dikerjakan atau apa yang tidak akan dikerjakan dalam proyek .
Identifikasi Proyek Potensial
1.       Kebanyakan organisasi mengikuti proses perencanaan dalam memilih proyek  IT
2.       Membangun Rencana strategis IT berdasarkan rencana strategis organisasi secara menyeluruh.
3.       Analisis Area Bisnis
4.       Mendefinisikan proyek yang potensial
5.       Memilih proyek IT dan menempatkan sumber daya yang dibutuhkan